Senin, 23 Maret 2009

4_pazzion g apa yah..??

Kebetulan saya habis baca buku Jack M Zufelt memberi resep untuk
mengenali Core Desires kita masing-masing dengan. Kenapa saya kutip di
sini? Karena bisa jadi passion kita akan muncul otomatis kalau kita
menemukan Core Desire kita masing2.

Core Desiser bisa digali dengan metode Question Game.

Pertama, ajukan pertanyaan jenis ini: "Apa yang INGIN saya MILIKI, yang
sekarang BELUM saya MILIKI?
Pertanyaan utama ini bisa dipecah-pecah menjadi:

- Apa yang ingin saya lakukan jika saya punya banyak waktu dan
tak punya kewajiban apapun?
- Apa yang membuat saya gembira dan tertawa?
- Apa watak yang ingin saya miliki atau diperkuat?
- Apa yang saya harapkan dari anak dan istri/suami?
- Jika uang saya cukup, apa yang harus saya lakukan?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan menggairahkan kita. Namun, tak
semuanya bisa disebut Core Desires. Pertanyaan harus dipersempit untuk
menuju ke sana. Maka, ajukan pertanyaan kedua sebagai lanjutan
masing-masing pertanyaan di atas:
"Jika saya BERHASIL memiliki apa yang ingin saya miliki, apa yang bakal
saya RASAKAN, pengalaman emosional apa yang bakal saya dapat?

Cukupkah pencarian kita? Belum. Core Desires harus diukur seperti
mengukur kekuatan gempa memakai skala Richter 0-10. Ingat, meski
urutannya 0-10, skala Richter ini luar biasa karena beda kekuatan antara
angka sangat signifikan. Gempa pada skala Richter 5 membuat tanah
beguncang. Tapi pada skala 7 -- Cuma beda dua angka - kerusakannya luar
biasa. Ini karena tiap angka dalam skala Richter mewakili gempa yang
kekuatannya 10 kali lipat satu skala di bawahnya.

Di bawah ini intensitas Core Desires ala Zufelt (dengan memakai angka
1-100):

1-20: whims, passing fanceis, whises, gratifications, momentary
pleasure, and dislike

20-40: should, oughts, duties, obligations, assignments and extrinsic
motivation

40-60: moderate-internsity desires, wants, interests, and needs

60-80: recurring desires; growing intensity, strong mind-set and a sense
of duty

80-99: Steady deseire; relevant, important initiatives; strong interests
and motivations

100: high intensity, relevancy, immediacy, heartfelt, passionate and
deadearnest. Skala 100 inilah yang disebut Zufelt sebagai core desires.
Sesuatu yang begitu amat sangat kita miliki, yang sampai mengalir dalam
darah kita, masuk ke dalam sel-sel tubuh kita, yang mengusik adrenalin
kita berproduksi maksimal, yang menggetarkan hati kita, yang membuat
kita berujar "Duh Gusti, saya bener-bener ingin .."

Core Desires bisa diterapkan dalam berbagai area, mulai dari finansial,
kehidupan sosial, kepercayaan diri dan image pribadi, hingga kehidupan
keluarga.

Berikut ini simulasi penerapan core desires untuk wilayah finansial.

Pertanyaan: di bidang finansial, apa yang ingin saya miliki yang saat
ini belum kita miliki?

Jika jawabannya adalah Kebebasan Finansial, maka skalanya baru 80. Kejar
lagi dengan Questions Game berupa pertanyaan: "Jika sudah bebas
finansial, apa yang saya dapatkan yang selama ini belum kita miliki?"
Mungkin kita akan menjawab: "Kebebasan finasial akan memberi saya
kebebasan untuk melakukan apapun yang kita sukai."

Kejar lagi dengan pertanyaan berikut: "Jika saya bebas melakukan apapun
yang saya suka, kebebasan seperti apa yang saya miliki? Apakah itu akan
memberikan apa yang saya belum punya selama ini?" Nah, biasanya pada
tahap ini kebanyakan orang akan mandeg, seperti menemui jalan buntu.

Jika sudah mentok, naikkan kualitas pertanyaan yang melibatkan perasaan.
"Jika saya sudah bebas finansial, apakah keinginan non finansial saya
bisa terpenuhi? Hal emosional apa yang bakal yang dapat?" Para ekskutif
yang super sibuk mengejar uang dan lupa keluarga akan menjawab spontan
dengan mata berbinar seperti ini: "Aha, saya bisa bermain sepuas hati
dengan keluarga". Atau mereka yang sudah jenuh bekerja akan menjawab:
"Wah, saya bisa berhenti bekerja yang teratur dan membosankan. Saya bisa
menikmati hidup." Pada tahap ini skalanya sudah 100. Inilah Core
Desires.

Jangan salah, Core Desires tiap orang berbeda. Akan ada orang yang
mentertawakan kita dengan mengatakan: Kalau mau cukup bermain dengan
keluarga kan tidak perlu bebas finansial. Kalau ingin menikmati hidup,
tidak perlu kaya dan berprestasi tinggi, seperti yang disampaikan rekan
sahabat saya di atas.

Setiap pertanyaan (bahkan yang sama) akan menghasilkan jawaban yang
berbeda untuk masing-masing pribadi. Tidak ada salahnya mencoba trik
Zufelt untuk menggali mimpi-mimpi kita karena seperti yang sudah saya
sampaikan dalam serial sebelumnya, mimpi-mimpi akan membuat kita
melakukan lompatan kuantum dalam berbagai area hidup kita

Tidak ada komentar: